THE NAFF Education, Training & Consulting

Magang

Magang

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

A.     LATAR BELAKANG

      Pendidikan bagi anak di usia dini (0-6 tahun) merupakan suatu hal yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak, baik dalam berkreativitas, berimajinasi dan berfikir maupun bersosialisasi dengan orang lain. Penelitian neuroscience memperlihatkan bahwa usia 0-6 tahun adalah masa yang sangat penting dalam pertumbuhan intelektualnya, di mana 80% dari seluruh perkembangan intelektual manusia berkembang pada saat ini. 

      Mendidik anak di usia dini bukanlah suatu hal yang mudah. Meski setiap orang dewasa yang secara naluriah dan alamiah dapat dikatakan adalah pendidik bagi anak usia dini, tidak jarang terjadi kekeliruan-kekeliruan dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kapasitas anak usia dini, sehingga berdampak negatif pada pendidikan mereka di tingkat sekolah selanjutnya, dan di kehidupan mereka di masa yang akan datang. Akan tetapi, jika pendidik benar-benar memahami pertumbuhan dan perkembangan anak serta kebutuhan-kebutuhannya, maka pendidik dapat menyusun program pendidikan bagi anak usia dini dengan penerapan metode yang tepat, sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak usia dini.

      Oleh karena itu, pendidik anak usia dini dituntut untuk dapat berperan secara maksimal dalam rangka menumbuhkembangkan seluruh potensi anak usia dini, sehingga masa keemasan yang terjadi pada saat itu dapat dioptimalkan. Kapasitas pendidik anak usia dini, sejatinya adalah berkemampuan dalam memahami tumbuhkembang anak, memahami proses dan cara belajarnya serta metode yang sesuai, memahami perencanaan dan pengevaluasian program pembelajaran, memahami pembuatan dan penggunaan Alat Permainan Edukatif, memahami kegiatan permainan, gerak dan lagu anak, sehingga pembelajaran bagi anak usia dini dapat diselenggarakan secara menyenangkan. Pendidik anak usia dini juga selayaknya memahami cara pengelolaan ruang dan penataan media belajar dan APE, serta memiliki kemampuan dalam hal mengadministrasikan seluruh proses pembelajaran hingga penyusunan laporan perkembangannya.

      Semua itu tidak hanya dapat dipelajari oleh para pendidik anak usia dini melalui kegiatan pelatihan secara teoritis atau di bangku kuliah, tetapi diperlukan pelatihan tambahan dalam bentuk kegiatan magang untuk dapat mempraktekkan pengetahuan teoritisnya serta sekaligus dapat menjadi sarana untuk mensosialisasikan diri dan berbagi pengalaman antar sesama pendidik anak usia dini. Sehingga pada akhirnya, diharapkan para pendidik anak usia dini ini dapat mengaktualisasikan potensi dirinya di lingkungan lembaga tempatnya bekerja dengan lebih percaya diri. Jika potensi pendidik anak usia dini dapat benar-benar dioptimalkan, tentunya upaya layanan PAUD yang berkualitas ke seluruh anak usia dini dapat dilaksanakan.

 

B.      LANDASAN:

a.       YURIDIS

1.             Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Tentang SistemPendidikan Nasional

2.             Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Tentang Standar nasional pendidikan.

3.             Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

4.             Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009. Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

5.             Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Tentang Standar nasional pendidikan.

6.             Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2010. Tentang organisasi dan tata kerja Kementrian pendidikan Nasional.

7.             Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1992. Tentang  Peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional.

8.             Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. Tentang  Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

9.             Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006. Tentang  standar kompentensi kelulusan

 

b.      TEORITIS

1.             Magang sebagai media/ bentuk pendidikan pertama yang mampu membentuk seseorang/sekelompok orang, memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap, nilai sesuai tujuan pembelajaran dari peserta magang.

2.             Dalam magang seseorang belajar tentang sesuatu yang berkenaan dengan pengetahuan, ketrampilan, nilai , mekanisme dan segala hal yang berkenaan dengan lembaga/ sumber belajar tempat magang.

3.             Magang yang ideal/standard dilaksanakan oleh penyelenggara yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang  memenuhi kriteria/ standar tertentu.

4.             Pelaksanaannya secara terencana, sistematis, terukur, berkesinambungan, holistik dan integratif.

 

c.       EMPIRIS

1.      Kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan  PAUD yang belum memadai.

2.      Mendapatkan strategi yang tepat dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

3.      Masih rendahnya persentase pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

4.      Magang telah dilaksanakan oleh lembaga-lembaga yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai, dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas PTK PAUD.

 

C.      PENGERTIAN

Magang pendidik dan tenaga kependidikan PAUD adalah upaya peningkatan kompetensi melalui pemberian pengalaman kerja dalam belajar dengan membentuk sikap, perilaku dan keterampilan keahlian serta profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD pada lembaga yang  memenuhi kriteria tempat untuk magang.

 

D.     TUJUAN: 

a.       UMUM

Mengembangkan sistem pembinaan karir pendidik dan tenaga kependidikan PAUD sebagai strategi percepatan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD melalui magang di lembaga PAUD  yang memenuhi kriteria tempat untuk magang

 

b.      KHUSUS

1.      Meningkatkan pemahaman dan keterampilan terhadap bidang keahlian secara intensif.

2.      Mendekatkan pemahaman konseptual dengan pengalaman nyata

3.      Meningkatkan kemampuan profesional pada bidang keahliannya

 

E.      SASARAN

Para pihak yang harus mengikuti program pemagangan adalah;

Tenaga Pendidik PAUD:

Guru/Dosen /Guru Pendamping

Mahasiswa

Pengasuh

Tenaga Kependidikan PAUD:

Pengawas/penilik

Kepala Satuan PAUD

Administrasi PAUD

F.       MANFAAT

a.       Memahami konsep melalui praktek langsung.

b.      Meningkatkan wawasan PTK PAUD dalam hal sistem pembinaan karier.

c.       Meningkatkan profesionalisme  kinerja pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

d.      Percepatan peningkatan kompetensi.

G.     MATERI MAGANG

NO

MATERI

TARGET

PESERTA

1.

MANAGEMEN SDM

·         Mampu membuat SOP berbasis permen 58 th 2009

·         Memetakan Job Deskripsi secara profesional

·         Membuat evaluasi kinerja

·         Memahami makna anak (usia emas)

·         Memahami makna bermain bagi anak

·         Memahami makna otak

·         Memahami makna

Tenaga Pendidik:

Guru

Guru Pendamping

Pengasuh

Tenaga Kependidikan:

Pengawas/penilik

Kepala Satuan PAUD

Administrasi PAUD

Umum

Dosen, mahasiswa, Pengawas, penilik, komite sekolah, masyarakat, pengurus organisasi, pemerhati anak,

2.

MANAGEMEN ADM

·         Memahami kebutuhan administrasi lembaga

·         PAUD beserta implementsinya

·         Memahami administrasi kelas sentra

·         Memahami cara pembuatan RAPBS

3.

MANAGEMEN  KEUANGAN

·         Memahami jenis dan proses pembuatan Adm keuangan di lembaga PAUD

·         Cara membuat jurnal, neraca, rugi laba, buku besar

4.

MANAGEMEN PROSES

·         Kurikulum (PROTA, PROMES, RKM, RKH)

·         Penataan kelas serta Sarana Prasarana

·         Observasi SENTRA

·         Perencanaan – pelaksanaan – penilaian – monev

·         APE (Alat Permainan Edukatif) dari bahan limbah

5.

MANAGEMEN MARKETING & JARINGAN KEMITRAAN

·         Strategi pengembangan lembaga SISTEMIK

more info

THE NAFF | Education, Training & Consulting
P +62318061848 | M +628164295621 | F +62318061848
Palm Putri N/24-27 Candi Sidoarjo Jawa Timur Indonesia
Website | Facebook | YouTube

Slide Show
B U K U